Adukan Menkes, Para Peternak Temui Yudi Widiana
Selasa, 27/10/2009 13:18:46
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan IV Jawa Barat (Kota dan Kabupaten Sukabumi) Yudi Widiana Adia menerima perwakilan Peternak Rakyat Sukabumi yang dipimpin Ketua Kelompok Peternak Rakyat Ayam Kampung Sukabumi (Kepraks), Ade M Zulkarnain.
Para peternak datang ke DPR untuk mengadukan kasus pengambilan sample darah mereka oleh tim yang mengaku dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Biomedik dan Faramasi beberapa tahun lalu. Saat itu Pustlitbangkes biomedik dan Faramasi dipimpin oleh Endang Rahayu Sedyaningsih yang kini menjadi Menteri Kesehatan. Menurut Ade, tim tersebut sudah berlaku tidak transparan dengan menutup-nutupi maksud dan hasil penelitian terhadap sample darah mereka.
"Hingga saat ini kasus ini membuat kami tidak tenang secara psikologis," ujar Ade.
Menanggapi
hal itu, Yudi Widiana berjanji akan memperjuangkan aspirasi para
peternak hingga hak-hak mereka terpenuhi. Hak-hak mereka meliputi hak
materil maupun immaterial yang dirugikan akibat ketidaktransparanan
tersebut.
Menurut Ade mereka telah berkeliling ke sejumlah wakil rakyat dari Sukabumi, namun hanya Yudi Widiana yang baru berhasil mereka temui. Sebagai langkah awal, Yudi telah meneruskan aspirasi mereka ke komisi IX DPR RI dan direncanakan mereka akan diterima oleh Komisi IX DPR pada Rabu (28/10) besok sebelum acara rapat kerja komisi IX dengan Menteri Kesehatan.
Lebih lanjut Ade mengatakan,
kasus itu berawal pada 25 Januari 2007 lalu, ketika dilakukan
pengambilan sampel darah dari 300 orang anggota Kepraks di tiga
kecamatan di Sukabumi yang menjadi daerah endemis flu burung, yakni
Kecamatan Cicurug, Cikembar dan Kebonpedes.
"Kala itu pengambilan
sample darah melibatkan World Health Organization (WHO). Namun hasil
dari uji lab atas sampel darah itu tidak pernah diberitahukan. Ini
jelas-jelas meresahkan, apalagi dua tahun sebelumnya ternak kami
diserang virus flu burung," ujar Ade.
Menurut Ade, sample darah diambil dari 300 orang warga yang umumnya merupakan keluarga peternak di tiga Kecamatan yang berada di Kabupaten Sukabumi yakni kecamatan Cicurug, Cikembar, dan kebon Pedes. Masing-masing warga diambil darahnya sebanyak 20 cc, jumlah yang tergolong sangat banyak untuk sampel darah manusia.
Berulangkali para anggota Kepraks
meminta jawaban atas hasil pemeriksaan sampel darah kepada lembaga yang
dipimpin Endang. Namun, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Keresahan
para peternakan semakin menjadi, setelah adanya informasi dari salah
seorang pejabat Puslitbang Bio Medis dan Farmasi yang menyebutkan
sampel darah telah dibawa hingga ke Atlanta, Amerika Serikat.
Ade mengaku, para peternak menduga sampel darah itu dimanfaatkan untuk kepentingan pembuatan serum kekebalan virus flu burung terhadap manusia. "Jika benar, maka kami sepertinya dijadikan kelinci percobaan sebab tindakan itu dluar sepengetahuan peternak," tegas Ade.
Atas kondisi tersebut pada 18 Agustus 2008, Kepraks akhirnya melayangkan surat kepada Menteri Kesehatan yang kala itu dijabat Siti Fadilah Supari. Hanya dalam tempo 10 hari, Siti Fadilah merespon surat tersebut dengan menerjunkan tim pemeriksa kesehatan. Hasilnya, negatif flu burung. "Seluruh fakta ini akan kami sampaikan kepada DPR RI," tutur Ade.[sw]
Sumber : fpks-dpr.or.id
Berita "Politik dan Hukum" Lainnya
![]() | Tidak ada komentar tentang artikel ini | ![]() |
kirim ke teman
versi cetak
